Minggu, 21 September 2014

Sajak Awan Mimpi

Langkah kakimu menjauh sudah
Tinggalkan jejak di atas pasir
Jejak-jejak yang terlihat jelas bercetak di sana
Hingga ombak menyapu pantai

Dan sekejab semua hilang seiring sirnanya bayangmu
Dan engkau masih menyisakan Banyak tanda tanya dalam hatiku
Mengapa dan ke mana engkau melabuhkan kapalmu?
Sedang dermaga yang pernah kau singgahi
Pernah melena mimpimu dalam peraduan kasih

Pandangku tertumbuk pada cakrawala yang gelap
Ingin rasanya jemariku menggapainya
Menggenggam awan-awan itu
Melampiaskan amarah dan kekecewaanku
Tentang kisah yang sampai kini ku tak tau akhirnya

Gumpalan di sana mengingatkanku
Tentang senyummu yang berbisik manja padaku
Di atas awan ku lukis wajahmu
Agar bisa ku pandang di manapun ku berada

Dan kini hal serupa ku lakukan jua
Melukis wajahmu di atas awan-awan mimpi
Entah kapan kau kan tersenyum lagi
Atau sekedar lewat dan menyapaku mesra

Moment indah itu hanya nostalgia belaka
Karena jejakmu musnah tersapu waktu
Sedangkan aku masih merindumu
Engkau kisah sejatiku


                                                                                  


                                                                    Oleh : Muhammad Andika Ramadhan

Tidak ada komentar: