Bogor, Ummul Quro Al-Islami
mengadakan kegiatan Amaliatu Tadris (AT) yang diadakan di Pesantren Moderen
Ummul Quro Al-Islami (PM UQI) Banyu Suci Leuwimekar Leuwiliang Bogor pada hari
rabu s/d sabtu (6-16/11). Kegiatan AT adalah kegiatan dimana santriawan dan santriawati kelas 3 MA diuji
bagaimana cara menerangkan pelajaran yang baik dan benar di depan adik kelas.
Ustadz Nikmat Jauhari sebagai ketua
pelaksana Amaliatu Tadris menerangkan bahwa, diadakannya kegiatan ini untuk
memberikan kesempatan pada santriawan dan santriawati MA kelas akhir untuk
mengetahui cara mengajar yang baik dan benar . Kemudian memberikan kesempatan
untuk belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan, serta sebagai satu
media untuk memberikan pengalaman, pelathan, sekaligus ujian. Ujarnya.
Pada tahun sebelumnya, kegiatan Amaliatu
Tadris bagi para santriawan dan santriawati kelas akhir diadakan pada semester
kedua menjelang Ujian Nasional (UN). Namun pada tahun sekarang, ketua pelaksana
AT mengubah jadwal kegiatan Amaliatu Tadris menjadi semester pertama dengan
alasan untuk memberikan keluasan bagi santriawan dan santriawati kelas akhir
dalam mempersiapkan diri dari ujian
NIHA’I (Ujian Akhir Pondok), Try Out, dan Ujian Nasional. Tegasnya.
Materi yang harus di persiapkan santriawan
dan santriawati dalam kegiatan AT mencakup pelajaran History of Islam,
Makhfudzat, Fiqih, Tauhid, Muthala’ah, Hadith, Tafsir, Bahasa Inggris, Bahasa
Arab, Grammar, Usulu Fiqih, dan Adab Sopan Santun. Namun, untuk mengikuti
kegiatan AT, para santriawan dan santriawati MA kelas akhir harus melalui
beberapa proses, yang diantaranya menyelesaikan tugas Resume, Penulisan
Khutbah, dan Ujian Imamah (Hafalan Juz Amma).
Fajar Alfi Yasri sebagai salah satu
peserta Amaliatu Tadris mengatakan, dirinya sangat merasakan apa yang dirasakan
para Ustadz ketika sedang menerangkan materi di depan kelas bukanlah suatu hal
yang mudah. Butuh persiapan fisik, mental, dan spiritual yang baik untuk
memperoleh kesempurnaan dalam mengajar. Jelasnya.
Dalam kegiatan ini, santriawan dan
santriawati MA kelas akhir harus mempersiapkan diri untuk menyampaikan materi
bagi kelas 1-3 Tsanawiyah dan kelas 1 PK (Program Khusus). Salah seorang santri
bernama Muhammad Alwi Ramadhan kelas 2 A mengatakan, dirinya merasa paham dari
materi yang disampaikan peserta AT walaupun tidak sepaham dari materi yang
biasa disampaikan Ustadz sehari-hari. Ujarnya.
(Rep,GS,Andika/MA Ummul Quro)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar