Sabtu, 20 September 2014

Uji Kemampuan dalam Mengajar



         Bogor, Ummul Quro Al-Islami mengadakan kegiatan Amaliatu Tadris (AT) yang diadakan di Pesantren Moderen Ummul Quro Al-Islami (PM UQI) Banyu Suci Leuwimekar Leuwiliang Bogor pada hari rabu s/d sabtu (6-16/11). Kegiatan AT adalah kegiatan dimana  santriawan dan santriawati kelas 3 MA diuji bagaimana cara menerangkan pelajaran yang baik dan benar di depan adik kelas.
     Ustadz Nikmat Jauhari sebagai ketua pelaksana Amaliatu Tadris menerangkan bahwa, diadakannya kegiatan ini untuk memberikan kesempatan pada santriawan dan santriawati MA kelas akhir untuk mengetahui cara mengajar yang baik dan benar . Kemudian memberikan kesempatan untuk belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan, serta sebagai satu media untuk memberikan pengalaman, pelathan, sekaligus ujian. Ujarnya.
     Pada tahun sebelumnya, kegiatan Amaliatu Tadris bagi para santriawan dan santriawati kelas akhir diadakan pada semester kedua menjelang Ujian Nasional (UN). Namun pada tahun sekarang, ketua pelaksana AT mengubah jadwal kegiatan Amaliatu Tadris menjadi semester pertama dengan alasan untuk memberikan keluasan bagi santriawan dan santriawati kelas akhir dalam mempersiapkan  diri dari ujian NIHA’I (Ujian Akhir Pondok), Try Out, dan Ujian Nasional. Tegasnya.
     Materi yang harus di persiapkan santriawan dan santriawati dalam kegiatan AT mencakup pelajaran History of Islam, Makhfudzat, Fiqih, Tauhid, Muthala’ah, Hadith, Tafsir, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Grammar, Usulu Fiqih, dan Adab Sopan Santun. Namun, untuk mengikuti kegiatan AT, para santriawan dan santriawati MA kelas akhir harus melalui beberapa proses, yang diantaranya menyelesaikan tugas Resume, Penulisan Khutbah, dan Ujian Imamah (Hafalan Juz Amma).
     Fajar Alfi Yasri sebagai salah satu peserta Amaliatu Tadris mengatakan, dirinya sangat merasakan apa yang dirasakan para Ustadz ketika sedang menerangkan materi di depan kelas bukanlah suatu hal yang mudah. Butuh persiapan fisik, mental, dan spiritual yang baik untuk memperoleh kesempurnaan dalam mengajar. Jelasnya.
     Dalam kegiatan ini, santriawan dan santriawati MA kelas akhir harus mempersiapkan diri untuk menyampaikan materi bagi kelas 1-3 Tsanawiyah dan kelas 1 PK (Program Khusus). Salah seorang santri bernama Muhammad Alwi Ramadhan kelas 2 A mengatakan, dirinya merasa paham dari materi yang disampaikan peserta AT walaupun tidak sepaham dari materi yang biasa disampaikan Ustadz sehari-hari. Ujarnya.


         

                                                               (Rep,GS,Andika/MA Ummul Quro)

Tidak ada komentar: